SUMBER DAYA MANUSIA
1). Permandian Kapontori
Bagi para wisatawan yang ingin menikmati permandian indah, natural dan sejuk, hanya terdapat di Kelurahan Watumotobe, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton. Jarak tempuhnya pun tidak terlalu jauh, hanya sekitar 1,5 jam sudah tiba di lokasi, karena jaraknya sekitar 45 kilo meter dari Kota Baubau. Tujuan awalnya tempat ini sebenarnya adalah bendungan untuk pengairan sawah warga sekitar, namun sekarang sudah jadi multi fungsi, diantaranya pengairan, piknik, mencuci dan kegiatan lainnya.
Tempat rekreasi yang multi fungsi ini, memiliki air yang
jernih, nampak berwarna hijau, serta memiliki mata air yang selalu mengalir.
Saking jernihnya, kita bisa melihat tumbuhan air di dasar kolam. Airnya
dibendung dalam sebuah kolam, sebelum akhirnya dilepaskan ke kanal-kanal kecil
yang mengairi sawah di sekitarnya. Bahkan baru sekitar satu tahun, di tepi
kolam telah dibangun beberapa gazebo dan tempat peristirahatan. Belum lengkap
rasanya bila ke bendungan ini sebelum menikmati mata air panas yang tidak jauh
dari bendungan ini.
Bendungan Kapontori Buton wisata
mata air yang bening di Bau Bau Sulawesi tenggara, salah satu objek wisata alam
menarik untuk dikunjungi, terutama jika kita menyukai dengan wisata air, karena
bendungan kapontori berbeda dengan bendungan-bendungan lain yang ada di
Indonesia, ukurannya tidak terlalu besar seperti bendungan kebanyakan, namun
yang sangat membedakan ialah airnya yang sangat bening, hingga kita bisa sambil
berenang sambil melihat dasar bendungan yang memang tidak terlalu dalam. Uniknya
dari bendungan Kapontori adalah selain airnya yang sangat jernih, karena
berasal dari mata air yang berada disekitar bendungan, juga dasar kolamnya yang
tidak berlumpur, melainkan bebatuan yang sudah terselimuti lumut, sehingga saat
kita berenang disini, tidak akan membuat dasar kolam menjadi keruh, dan air
yang berada bendungan Kapontori ini selalu stabil dan tidak kering meskipun
musim kemarau. Belum banyak fasilitas yang tersedia di sekitar bendungan
Kapontori, namun kita tidak perlu khawatir jika kita lapar dan tidak membawa
bekal, karena sudah banyak juga kios kios makanan disekitar bendungan dan juga
disediakan toilet dan ruang ganti pakaian sehabis kita berenang.
Maka itu, Pemerintah Kecamatan Kapontori dan Pemerintah
Kabupaten Buton agar bisa memikirkan regulasi baru untuk pengelolaan tempat
rekreasi multi fungsi ini, agar lebih baik, sehingga bisa menjadi tempat
andalan wisata, dan sebagai sumber pendapatan daerah. Apalagi saat ini Pemkab
Buton lagi gencar-gencarnya mempromosikan potensi yang ada di daerah penghasil
Aspal ini, utamanya dalam bidang pariwisata dan budaya.
Adapun keadaan sekarang ini permandian kampuntori dalam
aspek pokok pariwista yaitu:
1).
Aksebilitas
Aksesibilitas adalah transportasi, maksudnya yaitu frekuensi penggunaannya,
kecepatan yang dimilikinya dapat mengakibatkan jarak seolah-olah menjadi dekat.Transportasi yang terdapat pada objek wisata
permandian kapontori pada saat ini diantanya mobil,
mikrolet, bus dan sepeda motor sebesar 86% .
2). Fasilitas / sarana
Belum banyak fasilitas atau sarana
yang tersedia di sekitar bendungan Kapontori, namun kita tidak perlu khawatir
jika kita lapar dan tidak membawa bekal, karena sudah banyak juga kios kios
makanan disekitar bendungan dan juga disediakan toilet dan ruang ganti pakaian
sehabis kita berenang.
3).
Aktraksi / daya tarik
Daya tarik atau Uniknya dari
bendungan Kapontori adalah selain airnya yang sangat jernih, karena berasal
dari mata air yang berada disekitar bendungan, juga dasar kolamnya yang tidak
berlumpur, melainkan bebatuan yang sudah terselimuti lumut, sehingga saat kita
berenang disini, tidak akan membuat dasar kolam menjadi keruh, dan air yang
berada bendungan Kapontori ini selalu stabil dan tidak kering meskipun musim
kemarau.
4).
Instrakstruktur / prasarana
Prasarana yang ada untuk menuju permandian
kapontori belum banyak hanya salah satunya adalah jalan raya yang jalannya
sudah pengaspalan. Komponen lain yang menunjang roda kehidupan
adalah ketersediaan alat komunikasi berupa televise, radio, warnet dan
handphone yang dapat mendukung komunikasi dengan pihak lain yang berada diluar
wilayah tersebut.
5). Hospilatalyti / keramahan
masyarakat
Keramah-tamahan
yang disuguhkan oleh masyarakat disekeliling permandian kapontori setempat
sangat baik .Biasa orang yang berkunjung berbincang tentang banyak hal dan
berbagi pengalaman. Mereka menyambut pengunjung dengan penuh suka cita serta
memberi suguhan untuk kita makan bersama. Berasa berada dalam keluarga sendiri,
banyak tawa dan senyum yang terpancar. Mereka menerima pengunjung dengan tangan
terbuka, bahagia rasanya mengetahui hal itu. Seperti itulah hidup bersosial,
saling menerima dan menghargai meski banyak perbedaan diantara budaya dan
bahasa.

Komentar
Posting Komentar